Hary Tanoesoedibjo

http://id.wikipedia.org/wiki/Hary_Tanoesoedibjo

Hary Tanoesoedibjo (lahir di Surabaya, 26 September 1965; umur 47
tahun) adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Hary lulus dengan
gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University,
Ottawa-Kanada, pada tahun 1988 dan gelar Master of Business
Administration dari Ottawa University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1989.

Saat ini Hary memegang beberapa jabatan strategis di berbagai
perusahaan terkemuka di Indonesia. Ia ditunjuk sebagai Presiden
Direktur PT. Global Mediacom Tbk. (sejak tahun 2002) setelah
sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan
tersebut. Ia adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif
Grup PT. Bhakti Investama Tbk. sejak tahun 1989.

Selain itu, Hary saat ini juga memegang berbagai posisi di
perusahaan-perusahaan lainnya, diantaranya sebagai Presiden Direktur
PT. Media Nusantara Citra Tbk. (MNC) dan PT. Rajawali Citra Televisi
Indonesia (RCTI) sejak tahun 2003, sebagai Komisaris PT. Mobile-8
Telecom Tbk., Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah
bendera grup perusahaan Global Mediacom dan Bhakti Investama. Hary
juga saat ini aktif sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional
Indonesia (KONI). Ia telah berulang kali menjadi pembicara di berbagai
seminar dan menjadi dosen tamu dalam bidang Keuangan Perusahaan,
Investasi dan Manajemen Strategis untuk program magister di berbagai
perguruan tinggi.

Pada tahun 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dan
pengusaha Hary Tanoesoedibjo menduduki peringkat ke-22 dengan total
nilai kekayaan yang dimilikinya adalah sebesar "US$ 1,19 miliar"[1].

Profil keluarga[sunting]

Hary Tanoesoedibjo merupakan adik kandung dari Hartono Tanoesoedibjo
dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.
Beliau mempunyai seorang istri bernama Liliana Tanaja Tanoesoedibjo
dan memiliki lima orang anak yaitu :
Angela Herliani Tanoesoedibjo,
Valencia Herliani Tanoesoedibjo,
Jessica Herliani Tanoesoedibjo,
Clarissa Herliani Tanoesoedibjo,
Warren Haryputra Tanoesoedibjo.

Karier Politik

Pada bulan November 2011, Hary Tanoesoedibjo muncul pada acara Rapat
Pimpinan Nasional Partai NasDem yang pertama[2]. Di partai tersebut,
Hary dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar Partai NasDem dan juga
sebagai Wakil Ketua Majelis Nasional Partai NasDem. Kabar bahwa Hary
Tanoesoedibjo masuk ke dunia politik mulai terdengar santer sejak awal
bulan Oktober 2011[3], Hary sendiri resmi bergabung dengan Partai
NasDem pada tanggal 9 Oktober 2011 lalu[4]. Sejak ia berkiprah dalam
kancah politik praktis melalui Partai NasDem, Hary selalu
mendengung-dengungkan "Gerakan Perubahan" yang dimotori oleh kelompok
angkatan muda bangsa Indonesia[5]. Sebab menurutnya, di dalam Partai
NasDem sendiri 70% kader partainya adalah terdiri dari kaum generasi
anak muda bangsa.
Pada tanggal 21 Januari 2013, Hary Tanoesoedibjo mengumumkan bahwa ia
resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem yang dikarenakan adanya
perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan Partai
NasDem[6][7]. Sebab menurut Hary lagi bahwa "Politik" itu adalah
"Idealisme"[8], meski sebenarnya dirinya merasa sedih dan sangat berat
meninggalkan Partai NasDem yang telah tiga bulan terakhir ini ia
besarkan[9], apalagi Partai NasDem telah berhasil lolos verifikasi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan resmi menjadi partai politik peserta
Pemilu 2014 dengan nomor urutan "1" (nomor urutan yang pertama)[10].

Setelah keluar dari Partai Nasdem,Hary Tanoesoedibjo resmi bergabung
dengan Partai hanura pada tanggal 17 Februari 2013.Hal ini disampaikan
di kantor DPP Partai Hanura di Jl Tanjung Karang, Jakarta dan langsung
menduduki posisi ketua dewan pertimbangan. [11]Selanjutnya menjabat
Ketua Bapilu[12]dan calon wakil presiden dari Hanura berpasangan
dengan Wiranto.[13]